Sunday, July 27, 2014

Semoga Kita Menang dengan Bahagia

Pukul 16.02
Dia bagaikan burung merpati, terbang bebas ke mana saja. Membawa pesan dari seseorang untuk orang lain. Seperti pepatah tua, merpati tak pernah ingkar janji. Berpindah-pindah tempat dari benua ke benua yang lain. Begitu lembut, berwarna putih, terbang bebas. Hanya untuk mengantarkan maaf.

Kembali sucikah kita? Entahlah. Ramadan kali ini penuh dengan kesibukan dan aku membuat tulisan ini, terinspirasi puisi Malam Lebaran karya Sitok Situmorang.

Puisi yang hanya satu bait, tapi diperdebatkan oleh banyak orang dan sastrawan.

"Bulan di atas kuburan" begitulah puisi yang dibuat Sitok. Menarik, bukan. Banyak orang mengatakan, "bodoh Sitok itu. Bulan di atas kuburan dengan judul Malam Lebaran. Jelas-jelas malam lebaran itu takbiran. Malam menuju 1 Syawal. Mana ada bulan pada malam itu. Tak akan nampak"

Akan tetapi, saya berpikir. Sitok hebat. Bulan yang dimaksudkannyanitu bukan bulan sebenarnya. Sebuah perumpamaan, dalam pikirku. Bulan yang diartikan kemenangan dan kuburan yang diartikan kesedihan. Nampaklah pada kalian, kemenangan yang akan disambut pada 1 Syawal, menang menahan nafau selama satu bulan Ramadan. Tetapi, saat kemenangan itu tidak semua yang menang merasa bahagia. Ia sedih karena di negara kita, tradisi baju baru, ampau, dan berkumpul berasana keluarga tak dapat ia dapatkan. Orang tua mana yang tidaj sedih melihat anaknya mengenakan baju yang kumel di saat hari kemenangan. Bukan, ingin berpoya-poya. Hanya saja, membuat anak bahagia itu merupakan kepuasan batin. Memberikannya THR karena berhasil berpuasa satu bulan penuh, niscaya seperti mengajarinya berpuasa, berlatih. Mengajaknya, pulang ke kampung halaman, berkumpul bersama sanak saudara. Siapa yang tak ingin. Sungkeman, malin kundang pun ingin sekali untuk menebus kesalahannya. Kita bukan batu. Masih ada waktu untuk berkumpul dan bermaaf-maafan. Membersihkan diri johir dan batin. Merupakan, suatu kemenangan yang sederhana, namun bermakna.

Puisi yang singkat, tetapi memiliki arti yang menarik, bukan. 

Jika tidak ada perubahan, Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah akan ditetapkan pada 28 Juli 2014. Iya, esok hari. Beberapa jam lagi, akan terdengan kalimat-kalimat takbir. Memohon ampun kepada Yang Maha Kuasa karena kita telag sampai di penghujung Ramadan tahun ini dan masih banyak kesalahan yang kami lakukan di Ramadan kali ini. Panjangkanlah usia kami untuk merasakan Ramadan-ramadan berikutnya dan memperbaiki kesalahan kami. 

Tibalah kita untuk saling memaafkan. Membuka hati, membersihkan noda, dengan cinta dan kasih sayang. Makhluk hidup, tak luput dari dosa. Bahkan, beliau yang sudah jelas dijanjikan Surga. Masih beribadah dan memaafkan orang lain. 

Tidak perlu gengsi untuk saling memaafkan. Biasakanlah pada yang benar. Sesuai hakikat. Sudahlah, luapakn soal perdebatan Capres itu. Sudah bukan waktunya membicarakan mereka. Terserah. Ini bukan waktu mereka. Ini waktu kita untuk bersilatuhrahmi, bermaafan. Bila kemarin, sampai mengucapkan yang tidak seharusnya diucapkan saat perdebatan Capres. Minta maaflah kamu. Tak ada salahnya, mungkin dengan berminta maaf. Kamu bisa berbuat seperti itu lagi di tahun berikutnya. Mungkin. 

Berbuka bersama keluarga besar di penghujung Ramadan. Merupakan saat yang indah. Menikmati keelokan senja di penghujung Ramadan. Depok gerimis, semoga datang pelangi di penghujung Ramadan kali ini

Aku rindu maaf kalian.
Aku rindu berkumpul bersama kalian dan sanak saudara.
Aku rindu masa kecilku. Mendapat uang.
Aku rindu orang-orang yang menggumamkan namaMu.
Aku rindu kepadaMu.
Aku rindu ampunMu.
Aku rindu rasulMu.
Aku ingin pulang.

Malam Lebaran

"Bulan di atas kuburan".
(Sitok Situmorang)

Saya Agung Saputra, mewakiliki keluarga besar, mengucapkan.

Minal aidin walfaidzin.
Mohon maaf lahir batin dan semoga bahagia.

Saputra, Agung.
1993-2099.

Friday, July 25, 2014

Terobsesi

Malam ini, 25 Juli 2014.

Bukan aku tak mengerti tentang cinta. Jika kamu belum merasakannya, barangkali itu hanya masalah waktu. Kau harus tahu, ulat tidak akan menjadi kupu-kupu dalam satu waktu, bukan. Kau juga harus paham, bahwa hasil tidak akan ada jika tidak melalui proses. Barangkali, saat ini kau lupa akan niat? Untuk malam ini. Mungkin kau lupa, bahwa cinta bukan saja tentang kata dan pembuktian. Bagaimana dengan rasa? Rasakanlah cintaku ini seutuhnya yang penuh akan kata dan pembuktian. Maaf, aku menuntutmu. Aku terobsesi.

Saputra, Agung.
1993-2099.

Monday, July 14, 2014

Hati-hati Menjadi Pecandu Media Sosial

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.
Andreas Kaplan dan Michael Haenleinmendefinisikan media sosial sebagai "sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content".

Khususnya zaman sekarang ini, banyak aplikasi yang mendukung untuk berinteraksi di dalam duni maya. Misalnya Facebook, Twitter, Path, Instagram, Tumblr, Foursquare, Skype, dan masih banyak lagi. Anda pasti sudah mengenal nama-nama aplikasi tersebut, bukan. Saya pun juga salah satu dari kalian.

Saya tidak mengatakan bahwa media sosial itu buruk karena ada beberapa hal yang membantu interaksi antar individu melalui media ini.
Di zaman era globalisasi ini, seseorang lebih mengutamakan media sosial daripada adanya sms. Terlebih kagi smartphone yang semakin canggih dengan fitur-fitur yang berbeda. Meskipun media sosial memiliki banyak manfaat, tetapi dapat membuat Anda menjadi kurang produktif di kehidupan nyata serta mengutamakan dunia maya.
Media sosial mendorong orang untuk menjadi takut ketinggalan berita. Hal ini juga bahkan menyangkut promosi atau hadiah produk tertentu. Sifat dasar ini berkaitan dengan sifat dasar manusia untuk bertahan hidup, yang membutuhkan sosialisasi yang tinggi. Namun, hal ini banyak diartikan dengan selalu ter-update dengan berita dan kabar terkini serta takut dikucilkan apabila ketinggalan berita. Media sosial juga memiliki dampak positif, yaitu dapat berkenalan dengan orang-orang baru yang belum Anda kenal. Memudahkan Anda untuk mendapatkan informasi yang diinginkan. Menjadi sarana untuk membuka usaha.

Semua ciptaan manusia tidak ada yang sempurna, selalu ada positif-negatif. Inilah dampak negatif dari media sosial.  Banyak para remaja yang kecanduan untuk menggunakan Jejaring Sosial tanpa mengenal waktu sehingga menurunkan produktifitas dan interaksi sosial dengan teman seumurannya akan berkurang.  Banyak para remaja yang lebih suka berhubungan lewat Jejaring Sosial dibandingkan dengan bertemu dengan teman-temannya dan yang lebih parah lagi mereka yang kecanduan susah untuk berkomunikasi dengan yang lain. Para pelajar juga lebih sering menggunakan waktu mereka untuk beraktifitas di Jejaring Sosial dibandingkan dengan membaca buku. Terutama ketika Anda kehabisan pulsa untuk mengaktifkan paket data Anda.

Temuan dari Hardvard University, mengatakan sifat dasar ego seseorang, yang ingin lebih menonjolkan diri sendiri, mendorong orang untuk membagi hal yang bersifat personal. 
Secara dasar, seseorang gemar untuk menonjolkan dirinya sendiri melakui updatetan yang ia bagikan. Mulai dari membagikan foto, status, dan tempat lokasi. Ingin orang yang berteman di media sosialnya memberikan like atau komentar. Seakan-akan berlomba untuk menjadi yang paling menonjol.
Harry Wallop dari The Telegraph mengatakan beberapa gejala kecanduan nedia sosial adalah sebagai berikut:
1. Saat makanan di restoran dihidangkan, hal pertama yang anda lakukan adalah mengambil ponsel, memfotonya, dan memasukkannya di Instagram, atau Twitter.
2. Hal pertama yang anda lakukan saat bangun tidur adalah mengambil ponsel anda (bahkan ponsel anda ditaruh disamping tempat tidur anda, atau bahkan dibawah bantal!) dan mengecek komentar, retweet, atau like.
3. Anda menyempatkan diri meng-update status Facebook, atau men-tweet kegiatan anda saat di tengah-tengah momen penting bersama keluarga
4.  Anda menyapa teman anda di suatu pesta melalui Twitter mention.
5. Anda mengecek media sosial terlebih dahulu sebelum pergi ke toilet, atau bahkan, anda men-posting foto diri anda saat sedang di… toilet.
6. Di saat seseorang bertanya “bagaimana harimu?” atau “bagaimana liburan kamu?”, jawaban anda adalah “kamu gak liat fesbuk/instag/tuiter aku?”. Lalu anda berpikir untuk menghapus orang tersebut dari koneksi anda, karena beranggapan tidak ada gunanya jika dia tidak mengikuti update anda.
7. Anda men-Like status update anda di Facebook anda sendiri, memfavorit kicauan anda sendiri di Twitter, men-Like foto Instagram anda sendiri, men-pin foto diri anda sendiri di Pinterest.
8. Anda melakukan check-in di pom bensin sebelum berangkat kerja, check-in lagi setelah sampai di kantor, check-in lagi saat makan siang di kantin, check-in lagi setelah sampai di rumah. Tetapi saat mau membuka pintu rumah, anda baru sadar bahwa anda ketinggalan kunci rumah. Ha!
9. Hal pertama yang anda lakukan saat mendengar seseorang yang terkenal meninggal adalah mencari informasi atau karirnya di Google, dan terburu-buru ingin mengganti status belasungkawa yang paling unik dan paling gaul.
10. Saat seseorang melucu terhadap anda, bukannya tertawa tapi anda malah hanya berkata LOL! Lalu anda menertawakan kejeniusan anda sendiri karena menggunakan kata-kata LOL tersebut.
11. Anda selalu mencoba untuk menjadi orang yang pertama! Orang yang pertama memposting di suatu forum, orang yang pertama men-update status atau berkicau tentang suatu berita, orang yang pertama mem-posting foto pada event yang ramai.
12. Anda mengucapkan kata-kata “hashtag” pada percakapan sehari-hari! Inti dari semua gejalanya adalah penarikan diri dari dunia sosial yang nyata untuk dunia sosial yang maya. Belum mengalami gejala-gejala tersebut? Kurangilah dosis media sosial anda sebelum anda menghilang dari dunia sosial nyata.
Berikut tips dari Irene Maher, penulis dari majalah Tampabay Times:
1. Tutuplah aplikasi atau layar sosial media pada komputer anda pada saat anda mengerjakan sesuatu hal karena hal tersebut dapat mengalihkan perhatian anda. 
2. Kecuali sosial media adalah bagian dari pekerjaan anda, jangan pernah menggunakannya di jam bekerja.
3. Matikan setelan notifikasi percakapan pada Facebook, matikan juga notifikasi pada ponsel anda.
4. Batasi waktu untuk penggunaan media sosial.
5. Tentukan waktu-waktu tertentu saat anda dapat tidak terhubung sama sekali dengan internet, terutama pada saat musim liburan anda. 

Semoga setelah Anda membaca artikel ini, Anda tidak tersinggung dengan apa yang telah saya tulis. Jika Anda tersinggung, maka tujuan saya berhasil. Semoga akal sehat selalu ada dalam pikiran kita untuk memanfaatkan media sosial.

Refrensi
http://www.tanyadok.com/kesehatan/social-media-addiction-adiksi-kecanduan-social-media
http://m.kompasiana.com/post/read/624649/3/anda-pecandu-media-sosial.html

Wednesday, June 18, 2014

Untuk “Mereka” dan Ibu

Keluarga, kata yang sudah tidak asing di telinga dalam kehidupan kita. Keluarga adalah unit terkecil masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling bergantungan.

Keluarga memiliki peran penting dalam mendidik karena pendidikan tidak hanya di dapat di sekolah, di kehidupan sehari-hari, misalnya keluarga sering mengajarkan kita bagaimana bersifat sopan dan santun, baik budi pekerti, dan lain-lain.

Keluarga adalah segalanya, memiliki keluarga yang lengkap adalah kebanggan batin tersendiri. Bahkan, keluarga akan selalu ada untuk kita. Saat kita lulus sekolah, yang paling bangga adalah keluarga, memenangkan lomba, diterimanya pekerjaan, masuk universitas negeri, dan lain-lain adalah hal-hal yang membuat keluarga bangga. Akan tetapi, bagaimanakah kehidupan mereka anak-anak yang hanya tinggal dengan seorang ayah/ibu seorang? Bagaimana cara mereka menjalani kehidupan sehari-hari ditengah mereka yang masih memiliki keluarga yang utuh?

Para orangtua tunggal adalah individu yang melakukan tugas ganda, baik sebagai ayah dan ibu dan cara mereka “anak-anak” menerima kenyataan pahit yang harus dijalaninya. Menjadi yatim/piatu bukanlah hal yang mudah, mereka harus kuat dalam menjalani keseharian, berkurangnya waktu kebersamaan, menerima ejekan dari teman (mungkin ini dialami saat masih kecil), dan sebagainya. Bagaimana mereka bisa memaknai, kata-kata yang sering didengar “Surga di bawah telapak kaki ibu”, tetapi sejak dari kecil ia telah ditinggal ibunya yang meninggal dunia. Makna tersebut berkaitan dengan kasih sayang, tetapi ia tak mendapatkan kasih sayang seorang “ibu”. Merupakan bukan hal yang mudah dijalani. Mereka yang belum mengerti arti kata rindu kepada seorang ibu, selalu iri dengan sahabatnya tentang berbagi cerita kepada seorang perempuan tentang “kekasih, di sekolah, kantor, dll” atau berbagi kisah dengan ibu saat sedang mengalami hari yang buruk.
Kebersamaan dan kedamaian hati adalah sesuatu yang berharga untuk mereka. Pelukan seorang ayah bahkan tidak mampu lagi untuk menenangkan hati saat dilanda kerinduan kepada ibu. Ketika ingin merasakan pelukan, belaian, dan kasih seorang ibu.

Tentang bagaimana mereka menitip kerinduan ini pada Sang Ilahi, menitipkan doa dan perlindunganNya untuk ibu, agar ibu mendapat istana di syurgaMu.

Seorang sahabat saya pernah cerita bagaimana agar ia dapat bertemu ibunya, walu hanya mimpi. Akan tetapi, itu sudah cukup dari ketenangan untuk membasahi kerinduan. Ia bercerita tentang seorang ustad yang mnegajarinya untuk bertemu ibu walau hanya mimpi, insyaAllah. Ia bercerita saat harinya dilanda dengan kekacauan, ia menangis dalam kamarnya, lalu pikiran hening. Selang beberapa saat, suara adzan berkumandang. Waktu shalat isya telah masuk. Diambilnya air wudhu dan melaksanakan shalat wajib. Setelah itu, lakukanlah shalat sunah dan hadiahkan shalat tersebut untuk ibunya. Perbanyak dzikir dan shalat tengah malam. InsyaAllah.

Betapa bahagianya jika ibu mendengar doa anaknya yang sholeh karena itu merupakan amalan yang tidak akan pernah putus. Meskipun ia tahu bahwa dirinya tidak pernah bisa membahagiakan ibunya di dunia nyata, tetapi ia akan membawamu ke surga. Ia akan memberikan yang terbaik untuk ibunya.

Semoga saya bisa menyangi ibu dengan setulus hati, membahagiakannya,
Seperti apa yanag telah “mereka” lakukan kepada ibunya, meski ibunya telah tiada.

Depok, saat tengah malam.
Ku hadiahi tulisan ini untuk “mereka”.

Tuesday, June 3, 2014

Pemikiran Tentang Seksualitas Perempuan

Seksualitas, kata yang begitu dengan percintaan di zaman ini. Akan tetapi, bagaimanakah pandangan perempuan pada seksualitas dan bagaimana mereka merumuskan dirinya dengan hal ini, ini adalah masalah klasik dalam sejarah manusia. 

   Seksualitas perempuan biasanya dipengaruhi oleh lingkungan, rasa dihargai, dan dicintai oleh pasangan. Walaupun saya bukan seorang perempuan, setidaknya saya memiliki gadget yang bisa diakses untuk mencari informasi tentang seksualitas ini, So, jangan berpikiran kalau saya setengah laki-laki dan perempuan, barangkali itu tidak terjadi dan mungkin iya. Tetapi, alhamdulillah, tidak. Seksualitas perempuan lebih fleksibel ketimbang laki-laki, itulah kenapa perempuan tidak memiliki waktu yang tepat untuk dirumuskan kapan ia merasakan bergairah untuk bercinta. Perempuan akan bergairah tergantung dengan suasana hati mereka. Maka dari itu, untuk kalian para pria, janganlah mencoba merusak suasana saat kalian bertemu dengan pasangan kalian. Berbeda dengan laki-laki, waktu biologisnya cenderung sedrhana karena pria cenderung merasa bergairah saat pagi hari karena kadar testosterone mencapai puncaknya pada saat pagi hari, mungkin biasanya dibilang “adik bangun saat pagi hari”.

   Dalam penelitian umum, perempuan rata-rata akan berpikir tentang seks sebanyak 10 kali dalam sehari dan memikirkan makanan sebanyak 15 kali sehari. Saya pun bingung, kenapa penelitian ini berujung ke makanan. Mungkin karena zaman ini, trend-nya ODC. Mungkin. Setelah saya googleing ternyata perempuan butuh emosi perasaan untuk mengaktifkan titik seksualitasnya dan satu hal lagi karena mereka memiliki stelan otak yang berbeda karena kebiasaan perempuan yang selalu menyiapkan menu makanan untuk keluarga, itulah alasan mengapa perempuan lebih banyak memikirkan tentang urusan perut daripada urusan hati, eh maksudnya Seks.

   Tidak semua wanita dapat menikmati kehidupan seksualnya. Hal ini tampaknya tidak berlaku bagi Seyi Kolade. Mengapa tidak karena hampir setiap hari perempaun ini berhubungan seks. Kecanduannya dalam seks itu membuatnya tidur dengan 370 lelaki, hal yang sungguh menggoda iman, bukan. Ia mulai mengenal seks saat berusia 13 tahun. Sejak usia 17 tahun, ia sudah mulai ketergantungan tidur dengan pria. Dalam pengakuannya, saat usianya menginjak 19 tahun ia tidur dengan 40 laki-laki dan bila dihitung hingga sekarang ini, ia sudah bercinta dengan 370 pria. “Saya kehilangan keperawanan ketika berusia 13 tahun dengan kekasih pertama saya. Saya terkejut karena saya hamil dan melahirkan saat saya berusia 14 tahun. Ini adalah waktu yang sangat sulit,” tuturnya.

   Kembali dengan permasalahan awal, bukan maksud saya ingin menceritakan tentang Seyi Kolade karena membicarakan dan membuka aib seseorang itu tidak baik. Pendapat saya akan berbeda dengan teori yang sudah kalian baca di beberapa paragraf awal dan lebih setuju dengan Seyi karena seorang anak perempuan dalam masa pertumbuhannya diliputi dengan rasa keingintahuan yang besar terhadap tubuhnya sendiri. Tubuh perempuan itu memalukan. Pada masa pertumbuhannya ia ingin tahu nama-nama bagian yang ada pada dirinya dan mengapa alat kelaminnya berbeda dengan anak laki-laki. Ia akan sulit menemukan maksud dari tubuhnya saat memasuki masa puber, saat ada orang tua mengajarkannya bahwa tubuh perempuan itu memalukan. Mungkin, ia akan malu saat bicara mengenai menstruasi atau mengenai seks kepada petugas kesehatan atau dokter. Bahkan ketika tumbuh deawa dan mulai aktif seksual, ia tidak memahami mengapa tubuhnya sangat bergairah saat merasakan kenikmatan seksual atau mengetahui bagaimana cara melindungi tubuhnya dari kehamilan yang tidak diinginkan atau penyakit menular seksual. 

   Hal yang sering kali menyebabkan perempuan frustasi dan menghalanginya untuk lebih maju berkembang adalah kebahagian perempuan tergantung dengan keberadaan laku-laki. Asumsi ini yang sering kali digunkan sebagai senjata untuk mengatur kehidupan perempuan dan bahkan digunakan untuk justifikasi pemerkosaan. Hal ini yang mengartikan bahwa kebutuhan seks perempuan merupakan hal yang terpenting dan harus terpenuhi.

   Ada beberapa anggapan yang sering diberikan kepada perempuan sehingga merugikan kesehatan seksualitas perempuan. Sebagai perempuan “baik-baik”, ia akan berpikir tidak akan berinisiatif untuk memulai berhubungan seks dengan pasangan. Berbicara mengenai seks pada zaman ini hanya akan menimbulkan pandangan buruk tentang dirinya dan menimbulkan tanggapan bahwa ia sudah “berpengalaman” dab berarti perempuan nakal. 

   Memiliki anak perempuan sama seperti menjadi agen. Tubuh perempuan milik laki-laki. Banyak masyarakat memperlakukan perempuan seperti barang, saat ia kecil dan belum dipinang oleh seseorang laki-laki, spenuhnya ia adalah milik orang tuanya dan yang bisa menikahinya akan menjadi raja dari si perempuan dan akan meminta apa saja yang dikehendaki oleh Sang Suami. Layaknya sebuah barang, calon suami akan menginginkan calon isteri yang suci dan belum ternoda sehingga keperawanan menjadi tuntutan dan tanggung jawab yang sangat besar. Setelah menikah, suami merasa berhak untuk memanfaatkan tubuh isteri dengan seutuhnya dan mendapatkan kesenangan untuk memuaskan birahinya. Sang Suami mungkin selingkuh dengan wanita lain, tetapi isteri hanya melayani satu laki-laki saja (suami). Akan tetapi, laki-laki tidak tidak seharusnya memiliki tubuh perempuan karena tubuhnya adalah miliknya sendiri dan ia berhak memutuskan bagaimana, kapan, dan dengan siapa saja ingin berbagi. Hal ini saya tidak setuju, karena sebuah hubungan suami isteri harus dilandasi dengan kesetiaa, agar hal tersebut tidak terjadi.

   Baru-baru ini, Badan Penelitian Kesehatan Masyarakat Barcelona, menganalisa 9850 pria dan wanita. Hasilnya 90% pria dan wanita mengaku sangat puas atau cukup puas dengan kehidupan seks mereka secara umum. Sementara 95% merasa puas dengan kehidupan seks di tahun sebelumnya. Hal i ni disebabkan faktor sosial ekonomi, ini sangat berlaku bagi perempuan. Para perempuan dengan sosial ekonomi tinggi dan menengah memiliki kepuasan terhadap kehidupan seksualitasnya. Sebaliknya, wanita dari status ekonomi rendah kerap merasakan ketidakpuasan dalam berhubungan seks. Hal ini disebabkan, bagaimana bisa memikirkan orgasme sementara bingung esok pagi tidak ada beras yang bisa dimasak atau tidak memiliki uang untuk membayar kontrakan rumah. Banyak orang-orang yang memiliki status sosial ekonomi yang rendah cenderung memiliki hubungan seksualitas yang kurang memuaskan dan aman, serta menderita pengalaman pelecehan seksual lebih besar.

http://inilah.com/read/detail/2065383/perempuan-sejahtera-memiliki-seks-memuaskan
http://ithinkeducation.blogspot.com/2014/02/mitos-yang-merugikan-seksualitas.html?m=1