Monday, May 6, 2013

Pendidikan Penting? #1

Pendidikan bukanlah kata yang asing bagi Anda semua. Pendidikan sudah merupakan sesuatu yang penting di dunia ini dan pendidikan yang membuat dunia ini berkembang pesat, terutama di negara bagian Barat. Di Indonesia, pendidikan juga sudah menjadi bagian penting untuk berkembangnya tanah Air. Akan tetapi, pendidikan di Tanah Air ini masih rancu. Jika, kita flashback tentang pendidikan di Tanah Air ini pada zaman kerajaan Hindu dan Budha. Sebelum datangnya bangsa Eropa ke negeri kita ini, Nusantara sudah dikenal dunia sebagai pusat pendidikan, pengajaran, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Khususnya, pada zaman kerajaan Hindu dan Budha. selanjutnya, diteruskan oleh zaman kerajaan Islam. Jika, ditelusuri pendidikan di Tanah Air ini sudah memiliki usia yang cukup panjang. Mulai dari zaman kerajaan hingga kini, pendidikan dari zaman ke zaman sudah memperlihatkan terjadinya pergeseran pandangan masyarakat terhadap pendidikan.

Dewasa ini, masyarakat umumnya dikalangan anak usia dini terutama di daerah pedesaan. Banyak yang masih tidak sekolah, khususnya untuk keluarga yang tidak mampu. Kondisi masyarakat tersebut, memiliki kepesimisan dalam hal pendidikan. Apakah ini dipengaruhi oleh mahalnya pendidikan? Ataukah karena memang mereka menganggap pendidikan itu tidak penting? Banyak masyarakat pedesaan yang menganggap pendidikan itu tidak penting karena mereka berprinsip untuk apa pendidikan toh nanti juga anak-anak kami akan meneruskan kami menjadi petani. Ini dikarenakan, bahwa mereka berpikir dengan konsep teori tradisional. Di lain pihak, pendidikan di Indonesia memang masih tergolong mahal, meskipun sudah ada dana BOS dari pemerintah. Akan tetapi, dana BOS hanya untuk sekolah-sekolah negeri. Sedangkan, masih banyak masyarakat yang tidak dapat masuk ke sekolah-sekolah negeri karena terlalu sulit. Hal tentang pendidikan ini mesti ditindak lanjuti karena memang bukan hanya di pedesaan saja yang masih kurang tentang pendidikan. Akan tetapi, di Ibukota juga masih kurang tentang pendidikan, masih banyak anak-anak sekolah yang ikut tawuran, bolos, judi, minum, balapan liar, dll. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi? Apa karena mereka kurang mendapatkan pelajaran di sekolah? Juga masih banyak lulusan SMP yang lebih memilih untuk masuk sekolah swasta daripada sekolah negeri. Khususnya, untuk anak-anak yang kurang mampu. Mereka lebih memilih masuk swasta karena mereka masih menganggap masuk sekolah negeri itu sulit.

Segala cara telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi kebodohan, salah satunya tentang kurikulum 2013. Banyak yang berkomentar tentang 2013, mereka menganggap kurikulum ini adalah kurikulum simsalabim karena menteri pendidikan terlalu terburu-buru dalam menyikapi pergantian kurikulum, kurangnya persiapan serta naskah kurikulum tersebut juga masih rancu, dan amburadul. Juga kurikulum tersebut tidak jauh beda dengan kurikulum sebelumnya. Banyak pula yang berargumen, mengatakan pendidikan itu penting tetapi, mendikbud kita yang tidak bisa menganggap pentingnya pendidikan itu.

Thursday, May 2, 2013

menunggu

Depok, 3 May 2013

Saat pagi datang, aku masih tetap di sini. Menunggu seorang sahabt menjemputku, di kediamanku. katanya, dia mau meminjam motor untuk berbelanja bahan sablonnya. Satu jam sudah berlalu aku masih menunggu, lama kali diaaaaa!!

Friday, March 1, 2013

 SANG SAKA! AKU RINDU KAMU BERKIBAR DI PUNCAK GUNUNG TERTINGGI!

GEBYAAR KARTINI!!


Sunday, October 28, 2012


Musikalisasi Puisi (Tugas Sastra)
Chairil Anwar - Sajak Putih (Agung Saputra dan Hari Susanto)

Sajak Putih

Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutera senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku

Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita mati datang tidak membelah...

(Diambil di Studio Nabila, selagi punya band ThrashCore)

Gedung Bertingkat


Bangunan yang memiliki 12 lantai dengan tangga darurat, catnya berwarna putih, seperti sebuah Istana ini baru 75% selesai. Ketika hujan turun membasahi bangunan, banyak genangan air di sekitar lingkungan bangunan ini.

Bangunan ini bertempat di Politeknik Negeri Media Kreatif, tepatnya di Jl.Serengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Ya tidak salah lagi bangunan ini adalah milik Politeknik Negeri Media Kreatif. Bangunan 75% ini ternyata sudah dipakai untuk kegiatan belajar mengajar, walaupun tidak semua lantai digunakan. Hanya lantai dua dan tiga, namun demikian, itu semua tidak mengganggu para mahasiswa Polimedia ini dalam kegiatan belajar mengajar.

Banyak mahasiswa berlalu-lalang keluar-masuk bangunan ini. Para pekerja bangunan sedang sibuk bekerja, karena memang dituntut untuk bekerja dalam jam kerjanya. Namun ada beberapa pekerja yang sedang duduk santai. Entah dia sedang dalam waktu istirahat, ataukah dia memang sedang ingin beristirahat.
Di seluruh gedung banyak paku, gergaji, kayu, dan besi. Ya, itu semua adalah alat bangunan untuk membangun bangunan ini menjadi sebuah gedung yang indah seperti sebuah Istana. Agar mahasiswa bersemangat untuk belajar. Banyak pekerja yang bekerja keras untuk membangun, bangunan ini agar menjadi sebuah gedung yang indah dan sebagai keinginan Direktur, Dosen, dan Mahasiswa.

Tepat jam 12 siang, tepatnya saat sang surya berada di atas atap bangunan ini. Suara Adzan berkumandang. Inilah waktunya untuk mahasiswa, Dosen, dan para pekerja yang berada dalam bangunan ini untuk beristirahat. Sekumpulan mahasiswa turun ke lantai dasar untuk beristirahat. Para pekerja pun tidak mau kalah, cepat-cepat berkumpul dengan pekerja lainnya yang bekerja memabangun bangunan ini. Sebuah kantong plastik hitam besar berisi makanan dibuka dan dibagikan. Dengan lahapnya mereka makan, seperti menggambarkan sebuah cerita yang penuh misteri di dalam kehidupan mereka. Sungguh aku ingin belajar dari mereka, menjalani kehidupan meskipun tanpa harta. Bekerja keras membangun bangunan ini supaya menjadi sebuah Gedung yang indah, berwarna putih, berlantai 12 dengan tangga darurat dan dua buah lift. Kiranya gedung ini bermanfaat untuk mahasiswa dan dosen dalam kegiatan belajar mengajar.

Jakarta, 11 Oktober 2012
“Ketika menulis dengan terburu-buru”

Malam

Malam akan terasa indah, bila kamu mengaggapnya indah, dan malam akan terasa buruk bila kamu tidak punya kekasih untuk diajak bermalam. Malam begitu kelam, kelamnya malam sangat hitam, sehitam rambut yang ada di kepala kamu, apapun yang hitam, pasti itu kelam dan gelap.
Gelapnya malam terasa suram bila kamu terus bermuram durga, maka janganlah kamu murka di keheningan malam, bila kamu tidak ingin bermalam di rumah Pak RT, berbahagialah kamu yang sedang bermalam, kata orang orang malam itu sunyi dan mengerikan, tapi bagi maling malam yang kelam itu terasa indah, apalagi untuk yang sedang bermalam dengan seorang kekasih, pasti itu adalah malam yang sangat ditunggu-tunggu, karena dia akan bebas berekspresi tanpa batas karena keheningan malam yang begitu kelam, jadi bermalamlah kamu di keheningan malam tanpa ada yang mengganggu kamu untuk bermalam.
Ya tidak lain di malam hari pasti banyak yang tidur, karena memang sudah malam, waktunya orang-orang untuk bermalam di malam hari. Karena kalau tidak ada yang tidur di malam hari itu namanya bukan malam. simple!

Bebaskan Ekspresimu Dua

Rindu
Ternyata benar, hanya Dirimu yang bisa!
Membuat diriku seperti berada di Nirwana, tersenyum indah
Senyum yang begitu indah, hingga membuatku mabuk tak berdaya
Senyum lembut yang ceria di atas sutera alam semesta

Tapi, kenapa itu semua cepat berlalu bagaikan hembusan angin

Engkau pergi jauh dan menghilang
Tersapu ombak menabrak karang
Kembalilah walau hanya sesaat untuk mengajari aku tersenyum tanpamu

Berapa banyak waktuku yang sudah terkunci untuk merindui Dirimu

Entahlah, aku pun merasa bingung apa yang sedang merasuk kedalam Sukmaku
Malam demi malam ku lalui tanpa dirimu, aku tak bisa itu
Sungguh berat diriku tanpa Dirimu, hanya Dirimu yang mampu membuatku berjalan

Berjalan lurus di dalam kehidupan yang penuh warna

Membaca lakon dari setiap makhluk
Batin terasa tersiksa tanpa kasih sayang darimu
Maha indah Dirimu dan memang hanya Dirimulah yang indah

Malam

Aku terdampar di tepian pantai kerinduan
Sendiri mengumpulkan seberkas cinta yang sirna
Dengan tisu putih aku mengusap darah yang menetes dari hati
Menghapus duka lara

Malam yang kelam terus menghiasi langit

Ku masih disini menunggu kehadiran dirimu, menanti pagi yang tersita kegalauan
Kau tahu apa ? Seperti bulan dan bintang yang setia menanti datangnya malam
Aku masih disini menanti kehadiran dirimu

Bersambung...