Wednesday, December 23, 2015

Vibes

Kuningan 23 Desember 2015, hari ini adalah rabu. Begitu sunyi dan memiliki energy untuk berpikir lebih maju. Menerawang ke waktu beberapa tahun ke depan, ya biasa disebut harapan atau mimpi. Tak ada yang salah dalam bermimpi. Sebelumnya, aku pernah bermimpi, tapi tak seindah dan sesemangat ini. Semua ini ada saat aku mengenal sosok wanita yang memiliki senyum indah dan jari begitu lentik. Semangat ini ada karena cinta. Mungkin, beberapa orang mengatakan cinta itu buta. Ku rasa cinta itu indah dan positif.

Wanita itu bernama Azalea Charismatic Aistiarto, kita memiliki prinsip. Aku dannya tak ada ikatan yang mengekang, tapi kami saling mengerti. Kami tidak memiliki ikatan layaknya orang-orang (pacaran). Tidak, kami memiliki ikatan yang lebih penting daripada itu. Memiliki niat dan harapan untuk berkeluarga bersama. Banyak semangat baru datang darinya, aku rasa tulisan ini salh satunya. Kami ingin menikah, mungkin 3-4 tahun akan datang. Doakan.

Oleh karena itu, untuk bekal pernikahan tidak akan cukup jika mengandalkan sesuatu yang biasa, serta mahalnya biaya pernikahan. Memotivasi diri ini untuk berusaha lebih giat lagi dan lagi. Dia sosok wanita indah tak akan aku sia-siakan.
Tak akan cukup kata-kata untuk menyatakan ini semua, maka aku lakukan dengan perbuatan dan perjuangan.

Agung Saputra
Dengan perasaan cinta
Kuningan, 23 Desember 2015

Tuesday, July 28, 2015

Review: London Grammar

London Grammar, mungkin kata itu masih cukup asing di beberapa telinga kita. London Grammar adalah grup musik asal Inggris. Awal saya mendengarkan lagu mereka karena rekomendasi dari teman. Saya memang menyukai musik-musik bernuansa gloomy, mungkin karena itu teman saya merekomendasikannya. Saya pun mencoba meminta sample lagu andalan dia dari grup musik ini. "Hey Now" saat saya mendengarkan intronya tanpa pikir panjang, saya langsung meminta satu album. Alhasil, hari saya begitu kelam.


Grup musik beranggotakan Hannah Reid (vokalis, Dan Rothman (gitaris), dan Dot Major (instrumentalis) membuat saya semakin ingin terus terfokus kepada permainan musik mereka. Terutama suara dari Hannah Reid yang cukup menjadi bisikan di telinga saya. Dari hasil yang saya bca di beberapa blog, London Grammar mendapatkan pujian sebagai pendatang baru dengan koleksi karya yang begitu rapi, bersih, dan nyaris tanpa cela dari situs besar di kalangan musisi indie tersebut.

Musik mereka terdengar sedikit gloomy, sekilas terdengar seperti Daughter. Meski secara genre Daughter lebih folk, sedangkan London Grammar memiliki unsur instrumental. So, London Grammar ini lebih ke arah ambient dari nuansa musiknya atau The XX, mungkin yang lebih mendekati grup musik ini.

Karya London Grammar memang sangat menakjubka, setiap single mereka selalu dapat membuat rasa ketertarikan tersendiri. Menurut saya, karya mereka memang sangat cocok dengan suasana gloomy, senja, dan di saat tengah malam. Meski dari pengemasan EP London Grammar dapat diketahui memang sebenarnya mereka mengemas nuansa ambient. Akan tetapi, lagu-lagu mereka tidak dapat kita dengarkan dengan sekali lewat. Lagu-lagu mereka dapat membuat telinga kita ingin mendengarkan (lagi dan lagi).





Essential Tracks: “Hey Now”, “Wasting My Young Years”, dan “Strong”

Wednesday, January 14, 2015

Belajar Biola itu Murah loh!

Autodidact Violin Community (AVC), merupakan komunitas biola. Pada awalnya, AVC bernama Komunitas Biola Depok yang didirikan oleh Wando Pirastro yang akrab dipanggil Mas Wando. Saat mendirikan komunitas ini, Mas Wando dibantu oleh sahabatnya, yaitu Mas Wisnu. Mereka berdua membuka kelas belajar biola yang rutin diadakan pada hari minggu, bertempat di lantai 2 stasiun Depok Baru. Peserta kelas biola ini cukup beragam, mulai dari anak sekolah, musisi jalanan sekitar Depok, dan mahasiswa. Sejak awal, Mas Wando memiliki cita-cita menghilangkan kesenjangan sosial khususnya dalam alat musik biola. “Miskin maupun kaya, bisa belajar biola” dan “Yang sudah bisa, mengajarkan yang belum” adalah dua slogan Mas Wando.

Seiring berjalannya waktu, Mas Wando dan Mas Wisnu, mulai merasa kesulitan dalam pengajaran tingkat teori. Pada saat itu, Mas Wando bertemu dengan temannya yang merupakan kontributor di Komunitas Taman Seni Indonesia (KOTASENI) Taman Suropati, yaitu Mas Yudi. Pada pertemuannya, Mas Wando meminta nasihat dan bantuan dari Mas Yudi, untuk berbagi ilmu tingkat teknis dan teori di Komunitas Biola Depok. Akhirnya, mereka bertiga mengelola komunitas ini dan mengganti nama komunitas ini menjadi Autodidact Violin Community (AVC).

Ditengah perjalanan AVC, peserta komunitas ini, khususnya yang mahasiswa mulai merasa kesulitan meluangkan waktu untuk latihan pada hari minggu, di lantai 2 stasiun Depok Baru. Dalam hal itu, ada beberapa peserta AVC yang merupakan mahasiswa Universitas Indonesia, mengajukan pendapat untuk membuka kelas baru dan berpindah tempat ke Universitas Indonesia. Pendapat mereka pun diterima dengan senang hati oleh para pengelola dan peserta. Waktu dan tempat latihan pun berubah yang tadinya hari minggu, di lantai 2 stasiun Depok Baru, menjadi hari sabtu, di parkir mobil Balairung Universitas Indonesia. Saat perpindahan tempat latihan yang baru ini ternyata bertepatan dengan selesainya pembangunan Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia dan juga tempat latihan yang baru akan direnovasi. Ano, merupakan salah satu anggota AVC, ikut andil dalam hal ini. Ia membantu untuk mengurusi perizinan agar AVC, diperbolehkan berlatih di taman lingar Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia. Pengurus perpustakaan pun, mengizinkan komunitas tersebut untuk latihan di tempat itu. Pada dasarnya, perpustakaan pusat memang dirancang untuk menjadi ruang publik.

Pindah tempat latihan ke taman lingkar Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia yang megah dan banyak pengunjung menimbulkan suasana baru yang lebih nyaman dan sejuk. Banyak mahasiswa yang tadinya sekedar lewat dan menonton. Kini sebagian dari mereka ada yang ikut bergabung dan belajar biola dari dasar. Hal ini, membuat Mas Wando, Mas Wisnu, dan Mas Yudi, menjadi kualahan menangani anggota AVC yang semakin banyak. Belum lagi dengan sistem pembelajaran yang amat terbuka. Para anggota cenderung berlatih dalam kelompok-kelompok kecil. Kelompok ini cukup banyak jumlahnya sehingga kurang terkoodinir dengan baik.

Menyikapi hal tersebut, pada bulan puasa tahun 2012, dibentuklah sistem kepengurusan. Diharapkan dengan adanya sistem kepengurusan ini, kegiatan belajar-mengajar biola di AVC berjalan dengan lancar. Saat Mas Wando dan Mas Yudi mengangkat ide ini n ke beberapa anggota yang potensial menjadi pengurus, ternyata ide ini direspon dengan baik. Akhirnya, dibentuklah kepengurusan dengan Bagas sebagai ketua. Sistem kerja AVC mulai terbentuk. Dalam waktu tiga bulan, latihan anggota-anggota sudah dapat ditangani. Beberapa anggota yang sudah jarang hadir juga datang kembali. Hal yang tersebut dicoba di AVC stasiun Depok Baru. Mungkin karena anggota yang terdiri dari anak-anak SD dan musisi jalanan, kepengurusan masih belum bisa berjalan dengan baik.

Prinsip utama AVC adalah semua orang boleh belajar biola. Meski baru tahu tentang AVC, mereka bida bergabung di hari itu juga, dengan iuran yang murah, mereka bisa berlatih bersama-sama dan dibimbing oleh tutor-tutor setiap sau minggu sekali di hari sabtu. Tentu harus diiringi dengan latihan mandiri setiap hari. Ketika bergabung. Mereka akan dikelompokan dengan anggota yang setara pengetahuannya dan kemampuannya. Kalau memang belum kenal musik dan not balok sama sekali, bisa langsung diajarkan hari itu juga. Jika, sudah belajar sebelumnya dan ingin gabung, akan diarahkan oleh tutor untuk bergabung di kelompok mana.

Materi paling dasar adalah teori musik, membaca not balok, dan teknik bermain biola. Setelah itu, dilanjutkan dengan kurikulum biola Suzuki. Mulai dari kelompok yang membahas lagu empat sampai enam, dan seterusnya. Setiap lagu di buku Suzuki dirancang untuk memperkenalkan teori musik dan teknik bermain biola yang baru. Tentu hal tersebut, akan dibimbing oleh tutor yang sudah menguasai sebelumnya. Tutor di kelompok, akan menilai apakah kelompoknya sudah cukup lancar atau belum. Jika sudah, akan dipindahkan ke kelompok berikutnya, dengan materi yang baru.

Di hari sabtu, tidak hanya dihabiskan untuk berlatih secara kelompok. Akan ada satu sesi, untuk semua anggota AVC akan digabungkan untuk kelas orkestra. Di kelas orkestra ini, akan dibiasakan para anggota untuk bermain sebagai sebuah orkestra. Mereka akan berlatih memainkan lagu yang sudah dipecah-pecah ke banyak bagian suara, yang menjangkau seluruh tingkat permainan biola. Masing-masing akan mendapat porsi yang sesuai dengan tingkat kemampun bermain biolanya.
Tidak hanya berlatih di Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia, AVC pernah mengadakan konser “Musical Prologue” yang diadakan pada tanggal 16 Februari lalu, di Auditorium Gedung IX FIB Universitas Indonesia, Depok. Musical Prologua adalah sebuah konser cinta untuk merayakan Valentine’s Day. Ketika Musisi Bicara Cinta”.  Juga, acara yang pernah diikuti oleh AVC, Starbucks Cheers Party, hari anak yang diadakan di Mall Depok, sampai shooting iklan Gudang Garam, dll.

Saat ini Autodidact Violin Community, juga membuka kelas untuk yang ingin belajar Cello dan Viola.
Berikut adalah syarat-syarat untuk bergabung menjadi anggota AVC:
1.       Memiliki alat musik Biola sendiri.
2.       Membayar uang pendaftaran sebesar Rp 100.000.
3.       Membayar iuran bulanan sebesar Rp 100.000.
4.       Anggota diharapkan selalu aktif pada kegiatan latihan rutin.

Sekrang nama komunitasnya berganti menjadi Alliance Violin Community, untuk tempat latihannya di Taman Gurame Depok.
Info lebih lanjut bisa add dan chat Line Official id nya avcdepok atau bisa kontak kerbat saya Rianti Cahya 081310779867.

pemanasan 1, 2015


pemanasan 1, 2015


sesi teori 1, 2015


sesi teori 2, 2015
FFoto: Saya sendiri

Sunday, July 27, 2014

Semoga Kita Menang dengan Bahagia

Pukul 16.02
Dia bagaikan burung merpati, terbang bebas ke mana saja. Membawa pesan dari seseorang untuk orang lain. Seperti pepatah tua, merpati tak pernah ingkar janji. Berpindah-pindah tempat dari benua ke benua yang lain. Begitu lembut, berwarna putih, terbang bebas. Hanya untuk mengantarkan maaf.

Kembali sucikah kita? Entahlah. Ramadan kali ini penuh dengan kesibukan dan aku membuat tulisan ini, terinspirasi puisi Malam Lebaran karya Sitok Situmorang.

Puisi yang hanya satu bait, tapi diperdebatkan oleh banyak orang dan sastrawan.

"Bulan di atas kuburan" begitulah puisi yang dibuat Sitok. Menarik, bukan. Banyak orang mengatakan, "bodoh Sitok itu. Bulan di atas kuburan dengan judul Malam Lebaran. Jelas-jelas malam lebaran itu takbiran. Malam menuju 1 Syawal. Mana ada bulan pada malam itu. Tak akan nampak"

Akan tetapi, saya berpikir. Sitok hebat. Bulan yang dimaksudkannyanitu bukan bulan sebenarnya. Sebuah perumpamaan, dalam pikirku. Bulan yang diartikan kemenangan dan kuburan yang diartikan kesedihan. Nampaklah pada kalian, kemenangan yang akan disambut pada 1 Syawal, menang menahan nafau selama satu bulan Ramadan. Tetapi, saat kemenangan itu tidak semua yang menang merasa bahagia. Ia sedih karena di negara kita, tradisi baju baru, ampau, dan berkumpul berasana keluarga tak dapat ia dapatkan. Orang tua mana yang tidaj sedih melihat anaknya mengenakan baju yang kumel di saat hari kemenangan. Bukan, ingin berpoya-poya. Hanya saja, membuat anak bahagia itu merupakan kepuasan batin. Memberikannya THR karena berhasil berpuasa satu bulan penuh, niscaya seperti mengajarinya berpuasa, berlatih. Mengajaknya, pulang ke kampung halaman, berkumpul bersama sanak saudara. Siapa yang tak ingin. Sungkeman, malin kundang pun ingin sekali untuk menebus kesalahannya. Kita bukan batu. Masih ada waktu untuk berkumpul dan bermaaf-maafan. Membersihkan diri johir dan batin. Merupakan, suatu kemenangan yang sederhana, namun bermakna.

Puisi yang singkat, tetapi memiliki arti yang menarik, bukan. 

Jika tidak ada perubahan, Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah akan ditetapkan pada 28 Juli 2014. Iya, esok hari. Beberapa jam lagi, akan terdengan kalimat-kalimat takbir. Memohon ampun kepada Yang Maha Kuasa karena kita telag sampai di penghujung Ramadan tahun ini dan masih banyak kesalahan yang kami lakukan di Ramadan kali ini. Panjangkanlah usia kami untuk merasakan Ramadan-ramadan berikutnya dan memperbaiki kesalahan kami. 

Tibalah kita untuk saling memaafkan. Membuka hati, membersihkan noda, dengan cinta dan kasih sayang. Makhluk hidup, tak luput dari dosa. Bahkan, beliau yang sudah jelas dijanjikan Surga. Masih beribadah dan memaafkan orang lain. 

Tidak perlu gengsi untuk saling memaafkan. Biasakanlah pada yang benar. Sesuai hakikat. Sudahlah, luapakn soal perdebatan Capres itu. Sudah bukan waktunya membicarakan mereka. Terserah. Ini bukan waktu mereka. Ini waktu kita untuk bersilatuhrahmi, bermaafan. Bila kemarin, sampai mengucapkan yang tidak seharusnya diucapkan saat perdebatan Capres. Minta maaflah kamu. Tak ada salahnya, mungkin dengan berminta maaf. Kamu bisa berbuat seperti itu lagi di tahun berikutnya. Mungkin. 

Berbuka bersama keluarga besar di penghujung Ramadan. Merupakan saat yang indah. Menikmati keelokan senja di penghujung Ramadan. Depok gerimis, semoga datang pelangi di penghujung Ramadan kali ini

Aku rindu maaf kalian.
Aku rindu berkumpul bersama kalian dan sanak saudara.
Aku rindu masa kecilku. Mendapat uang.
Aku rindu orang-orang yang menggumamkan namaMu.
Aku rindu kepadaMu.
Aku rindu ampunMu.
Aku rindu rasulMu.
Aku ingin pulang.

Malam Lebaran

"Bulan di atas kuburan".
(Sitok Situmorang)

Saya Agung Saputra, mewakiliki keluarga besar, mengucapkan.

Minal aidin walfaidzin.
Mohon maaf lahir batin dan semoga bahagia.

Saputra, Agung.
1993-2099.

Friday, July 25, 2014

Terobsesi

Malam ini, 25 Juli 2014.

Bukan aku tak mengerti tentang cinta. Jika kamu belum merasakannya, barangkali itu hanya masalah waktu. Kau harus tahu, ulat tidak akan menjadi kupu-kupu dalam satu waktu, bukan. Kau juga harus paham, bahwa hasil tidak akan ada jika tidak melalui proses. Barangkali, saat ini kau lupa akan niat? Untuk malam ini. Mungkin kau lupa, bahwa cinta bukan saja tentang kata dan pembuktian. Bagaimana dengan rasa? Rasakanlah cintaku ini seutuhnya yang penuh akan kata dan pembuktian. Maaf, aku menuntutmu. Aku terobsesi.

Saputra, Agung.
1993-2099.

Monday, July 14, 2014

Hati-hati Menjadi Pecandu Media Sosial

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.
Andreas Kaplan dan Michael Haenleinmendefinisikan media sosial sebagai "sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content".

Khususnya zaman sekarang ini, banyak aplikasi yang mendukung untuk berinteraksi di dalam duni maya. Misalnya Facebook, Twitter, Path, Instagram, Tumblr, Foursquare, Skype, dan masih banyak lagi. Anda pasti sudah mengenal nama-nama aplikasi tersebut, bukan. Saya pun juga salah satu dari kalian.

Saya tidak mengatakan bahwa media sosial itu buruk karena ada beberapa hal yang membantu interaksi antar individu melalui media ini.
Di zaman era globalisasi ini, seseorang lebih mengutamakan media sosial daripada adanya sms. Terlebih kagi smartphone yang semakin canggih dengan fitur-fitur yang berbeda. Meskipun media sosial memiliki banyak manfaat, tetapi dapat membuat Anda menjadi kurang produktif di kehidupan nyata serta mengutamakan dunia maya.
Media sosial mendorong orang untuk menjadi takut ketinggalan berita. Hal ini juga bahkan menyangkut promosi atau hadiah produk tertentu. Sifat dasar ini berkaitan dengan sifat dasar manusia untuk bertahan hidup, yang membutuhkan sosialisasi yang tinggi. Namun, hal ini banyak diartikan dengan selalu ter-update dengan berita dan kabar terkini serta takut dikucilkan apabila ketinggalan berita. Media sosial juga memiliki dampak positif, yaitu dapat berkenalan dengan orang-orang baru yang belum Anda kenal. Memudahkan Anda untuk mendapatkan informasi yang diinginkan. Menjadi sarana untuk membuka usaha.

Semua ciptaan manusia tidak ada yang sempurna, selalu ada positif-negatif. Inilah dampak negatif dari media sosial.  Banyak para remaja yang kecanduan untuk menggunakan Jejaring Sosial tanpa mengenal waktu sehingga menurunkan produktifitas dan interaksi sosial dengan teman seumurannya akan berkurang.  Banyak para remaja yang lebih suka berhubungan lewat Jejaring Sosial dibandingkan dengan bertemu dengan teman-temannya dan yang lebih parah lagi mereka yang kecanduan susah untuk berkomunikasi dengan yang lain. Para pelajar juga lebih sering menggunakan waktu mereka untuk beraktifitas di Jejaring Sosial dibandingkan dengan membaca buku. Terutama ketika Anda kehabisan pulsa untuk mengaktifkan paket data Anda.

Temuan dari Hardvard University, mengatakan sifat dasar ego seseorang, yang ingin lebih menonjolkan diri sendiri, mendorong orang untuk membagi hal yang bersifat personal. 
Secara dasar, seseorang gemar untuk menonjolkan dirinya sendiri melakui updatetan yang ia bagikan. Mulai dari membagikan foto, status, dan tempat lokasi. Ingin orang yang berteman di media sosialnya memberikan like atau komentar. Seakan-akan berlomba untuk menjadi yang paling menonjol.
Harry Wallop dari The Telegraph mengatakan beberapa gejala kecanduan nedia sosial adalah sebagai berikut:
1. Saat makanan di restoran dihidangkan, hal pertama yang anda lakukan adalah mengambil ponsel, memfotonya, dan memasukkannya di Instagram, atau Twitter.
2. Hal pertama yang anda lakukan saat bangun tidur adalah mengambil ponsel anda (bahkan ponsel anda ditaruh disamping tempat tidur anda, atau bahkan dibawah bantal!) dan mengecek komentar, retweet, atau like.
3. Anda menyempatkan diri meng-update status Facebook, atau men-tweet kegiatan anda saat di tengah-tengah momen penting bersama keluarga
4.  Anda menyapa teman anda di suatu pesta melalui Twitter mention.
5. Anda mengecek media sosial terlebih dahulu sebelum pergi ke toilet, atau bahkan, anda men-posting foto diri anda saat sedang di… toilet.
6. Di saat seseorang bertanya “bagaimana harimu?” atau “bagaimana liburan kamu?”, jawaban anda adalah “kamu gak liat fesbuk/instag/tuiter aku?”. Lalu anda berpikir untuk menghapus orang tersebut dari koneksi anda, karena beranggapan tidak ada gunanya jika dia tidak mengikuti update anda.
7. Anda men-Like status update anda di Facebook anda sendiri, memfavorit kicauan anda sendiri di Twitter, men-Like foto Instagram anda sendiri, men-pin foto diri anda sendiri di Pinterest.
8. Anda melakukan check-in di pom bensin sebelum berangkat kerja, check-in lagi setelah sampai di kantor, check-in lagi saat makan siang di kantin, check-in lagi setelah sampai di rumah. Tetapi saat mau membuka pintu rumah, anda baru sadar bahwa anda ketinggalan kunci rumah. Ha!
9. Hal pertama yang anda lakukan saat mendengar seseorang yang terkenal meninggal adalah mencari informasi atau karirnya di Google, dan terburu-buru ingin mengganti status belasungkawa yang paling unik dan paling gaul.
10. Saat seseorang melucu terhadap anda, bukannya tertawa tapi anda malah hanya berkata LOL! Lalu anda menertawakan kejeniusan anda sendiri karena menggunakan kata-kata LOL tersebut.
11. Anda selalu mencoba untuk menjadi orang yang pertama! Orang yang pertama memposting di suatu forum, orang yang pertama men-update status atau berkicau tentang suatu berita, orang yang pertama mem-posting foto pada event yang ramai.
12. Anda mengucapkan kata-kata “hashtag” pada percakapan sehari-hari! Inti dari semua gejalanya adalah penarikan diri dari dunia sosial yang nyata untuk dunia sosial yang maya. Belum mengalami gejala-gejala tersebut? Kurangilah dosis media sosial anda sebelum anda menghilang dari dunia sosial nyata.
Berikut tips dari Irene Maher, penulis dari majalah Tampabay Times:
1. Tutuplah aplikasi atau layar sosial media pada komputer anda pada saat anda mengerjakan sesuatu hal karena hal tersebut dapat mengalihkan perhatian anda. 
2. Kecuali sosial media adalah bagian dari pekerjaan anda, jangan pernah menggunakannya di jam bekerja.
3. Matikan setelan notifikasi percakapan pada Facebook, matikan juga notifikasi pada ponsel anda.
4. Batasi waktu untuk penggunaan media sosial.
5. Tentukan waktu-waktu tertentu saat anda dapat tidak terhubung sama sekali dengan internet, terutama pada saat musim liburan anda. 

Semoga setelah Anda membaca artikel ini, Anda tidak tersinggung dengan apa yang telah saya tulis. Jika Anda tersinggung, maka tujuan saya berhasil. Semoga akal sehat selalu ada dalam pikiran kita untuk memanfaatkan media sosial.

Refrensi
http://www.tanyadok.com/kesehatan/social-media-addiction-adiksi-kecanduan-social-media
http://m.kompasiana.com/post/read/624649/3/anda-pecandu-media-sosial.html