Tuesday, August 6, 2013

Kebosanan

Malam kelabu, mungkinkah ada sebuah keajaiban yang dapat merubah pahit menjadi manis?
Hati ini terasa begitu kelam tak tentu arah. Bercanpur aduk antara kesedihan dan kebahagian. Banyak orang berkata bahwa cinta dapat merubah segalanya, bahkan merubah keruh menjadi jernih. Akan tapi, apakah yang dapat dilakukan cinta bila cinta hanya bertepuk sebelah tangan. Sakit, begitu dalam yang kurasakan. Ku biarkan Sang Camar mentertawaiku sepuasnya hingga ia bosan tertawa di atas kesedihan ini. Oh, mutiara hati, aku begitu mengininginkan tetapi aku tak mampu untuk berjuang. Aku merasa lemah tak berdaya, ku akui aku bukanlah seseorang yang engkau harapkan. Mata berdebu, merah terselimuti air. 

Wednesday, July 17, 2013

Dewabrata Dua

Ada baiknya kita tidak berbicara tentang cinta agar senja tetap dalam keelokannya. Singkirkan beban yang menindih ini dengan berkaca pada senyum daun ketapang di taman itu yang dulu menjadi saksi pertemuan kita. Kadang kita terjaring oleh percakapan semu. Bahkan kita habiskan waktu dalam perdebatan panjang tak berkesudahan, sementara kita abai pada kemolekan langit senja di cakrawala. Mengapa cinta harus diuji atau ditakar dengan kata-kata. Kautahu, begitu ulet dan liat cinta kita bagai benang dilulur malam. Barangkali kau lupa bahwa cinta tak harus dinyatakan dalam kata-kata indah yang dibisikkan atau kalimat tegas yang diteriakkan. Sesungguhnya cinta bertakhta di hati yang boleh jadi hadir dalam kerling mata, engah nafas, denyut nadi, atau bahkan dalam peluh dan aroma tubuh. Mari kita nikmati senja tanpa kata.

Dewabrata

Telah kuserahkan cintaku padamu sepenuhnya. Jika ada yang belum sampai padamu barangkali itu hanya soal waktu. Kautahu air yang mengalir dari kali di samping rumahmu itu takkan sampai di laut dalam satu waktu, bukan. Barangkali sudah saatnya kauyakini bahwa arah akan tetap setia pada tiup angin. Meski pelik, cinta niscaya bukan teka-teki. Pada gerimis senja ini biarlah goyang daun ketapang di taman itu menjadi saksi bahwa cintaku tetap mengalir menujumu. Semoga kaurasakan hangatnya meski kau berada jauh di sudut sana. Barangkali jarak memang ditadirkan tetap ada untuk mengekalkan cinta kita.

Tuesday, July 2, 2013

Sunyi dan kelam

Aku serpihan kertas yang terbang terbawa angin
Kau meniupku, mencaciku
Mungkin ini akhir dari kehidupan
Cahaya tak terlihat terang

Redup sang surya membungkam mulutku
tak terucap, untaian kata dibawah daun gugur

Sepi, suasana hati
Terkoyak angin
Tersapu ombak di laut
Terbakar api asmara

Sunyi dan kelam
Mampus! aku dimakan sepi!

Monday, May 6, 2013

Pendidikan Penting? #1

Pendidikan bukanlah kata yang asing bagi Anda semua. Pendidikan sudah merupakan sesuatu yang penting di dunia ini dan pendidikan yang membuat dunia ini berkembang pesat, terutama di negara bagian Barat. Di Indonesia, pendidikan juga sudah menjadi bagian penting untuk berkembangnya tanah Air. Akan tetapi, pendidikan di Tanah Air ini masih rancu. Jika, kita flashback tentang pendidikan di Tanah Air ini pada zaman kerajaan Hindu dan Budha. Sebelum datangnya bangsa Eropa ke negeri kita ini, Nusantara sudah dikenal dunia sebagai pusat pendidikan, pengajaran, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Khususnya, pada zaman kerajaan Hindu dan Budha. selanjutnya, diteruskan oleh zaman kerajaan Islam. Jika, ditelusuri pendidikan di Tanah Air ini sudah memiliki usia yang cukup panjang. Mulai dari zaman kerajaan hingga kini, pendidikan dari zaman ke zaman sudah memperlihatkan terjadinya pergeseran pandangan masyarakat terhadap pendidikan.

Dewasa ini, masyarakat umumnya dikalangan anak usia dini terutama di daerah pedesaan. Banyak yang masih tidak sekolah, khususnya untuk keluarga yang tidak mampu. Kondisi masyarakat tersebut, memiliki kepesimisan dalam hal pendidikan. Apakah ini dipengaruhi oleh mahalnya pendidikan? Ataukah karena memang mereka menganggap pendidikan itu tidak penting? Banyak masyarakat pedesaan yang menganggap pendidikan itu tidak penting karena mereka berprinsip untuk apa pendidikan toh nanti juga anak-anak kami akan meneruskan kami menjadi petani. Ini dikarenakan, bahwa mereka berpikir dengan konsep teori tradisional. Di lain pihak, pendidikan di Indonesia memang masih tergolong mahal, meskipun sudah ada dana BOS dari pemerintah. Akan tetapi, dana BOS hanya untuk sekolah-sekolah negeri. Sedangkan, masih banyak masyarakat yang tidak dapat masuk ke sekolah-sekolah negeri karena terlalu sulit. Hal tentang pendidikan ini mesti ditindak lanjuti karena memang bukan hanya di pedesaan saja yang masih kurang tentang pendidikan. Akan tetapi, di Ibukota juga masih kurang tentang pendidikan, masih banyak anak-anak sekolah yang ikut tawuran, bolos, judi, minum, balapan liar, dll. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi? Apa karena mereka kurang mendapatkan pelajaran di sekolah? Juga masih banyak lulusan SMP yang lebih memilih untuk masuk sekolah swasta daripada sekolah negeri. Khususnya, untuk anak-anak yang kurang mampu. Mereka lebih memilih masuk swasta karena mereka masih menganggap masuk sekolah negeri itu sulit.

Segala cara telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi kebodohan, salah satunya tentang kurikulum 2013. Banyak yang berkomentar tentang 2013, mereka menganggap kurikulum ini adalah kurikulum simsalabim karena menteri pendidikan terlalu terburu-buru dalam menyikapi pergantian kurikulum, kurangnya persiapan serta naskah kurikulum tersebut juga masih rancu, dan amburadul. Juga kurikulum tersebut tidak jauh beda dengan kurikulum sebelumnya. Banyak pula yang berargumen, mengatakan pendidikan itu penting tetapi, mendikbud kita yang tidak bisa menganggap pentingnya pendidikan itu.

Thursday, May 2, 2013

menunggu

Depok, 3 May 2013

Saat pagi datang, aku masih tetap di sini. Menunggu seorang sahabt menjemputku, di kediamanku. katanya, dia mau meminjam motor untuk berbelanja bahan sablonnya. Satu jam sudah berlalu aku masih menunggu, lama kali diaaaaa!!

Friday, March 1, 2013

 SANG SAKA! AKU RINDU KAMU BERKIBAR DI PUNCAK GUNUNG TERTINGGI!

GEBYAAR KARTINI!!