Wednesday, January 14, 2015

Belajar Biola itu Murah loh!

Autodidact Violin Community (AVC), merupakan komunitas biola. Pada awalnya, AVC bernama Komunitas Biola Depok yang didirikan oleh Wando Pirastro yang akrab dipanggil Mas Wando. Saat mendirikan komunitas ini, Mas Wando dibantu oleh sahabatnya, yaitu Mas Wisnu. Mereka berdua membuka kelas belajar biola yang rutin diadakan pada hari minggu, bertempat di lantai 2 stasiun Depok Baru. Peserta kelas biola ini cukup beragam, mulai dari anak sekolah, musisi jalanan sekitar Depok, dan mahasiswa. Sejak awal, Mas Wando memiliki cita-cita menghilangkan kesenjangan sosial khususnya dalam alat musik biola. “Miskin maupun kaya, bisa belajar biola” dan “Yang sudah bisa, mengajarkan yang belum” adalah dua slogan Mas Wando.

Seiring berjalannya waktu, Mas Wando dan Mas Wisnu, mulai merasa kesulitan dalam pengajaran tingkat teori. Pada saat itu, Mas Wando bertemu dengan temannya yang merupakan kontributor di Komunitas Taman Seni Indonesia (KOTASENI) Taman Suropati, yaitu Mas Yudi. Pada pertemuannya, Mas Wando meminta nasihat dan bantuan dari Mas Yudi, untuk berbagi ilmu tingkat teknis dan teori di Komunitas Biola Depok. Akhirnya, mereka bertiga mengelola komunitas ini dan mengganti nama komunitas ini menjadi Autodidact Violin Community (AVC).

Ditengah perjalanan AVC, peserta komunitas ini, khususnya yang mahasiswa mulai merasa kesulitan meluangkan waktu untuk latihan pada hari minggu, di lantai 2 stasiun Depok Baru. Dalam hal itu, ada beberapa peserta AVC yang merupakan mahasiswa Universitas Indonesia, mengajukan pendapat untuk membuka kelas baru dan berpindah tempat ke Universitas Indonesia. Pendapat mereka pun diterima dengan senang hati oleh para pengelola dan peserta. Waktu dan tempat latihan pun berubah yang tadinya hari minggu, di lantai 2 stasiun Depok Baru, menjadi hari sabtu, di parkir mobil Balairung Universitas Indonesia. Saat perpindahan tempat latihan yang baru ini ternyata bertepatan dengan selesainya pembangunan Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia dan juga tempat latihan yang baru akan direnovasi. Ano, merupakan salah satu anggota AVC, ikut andil dalam hal ini. Ia membantu untuk mengurusi perizinan agar AVC, diperbolehkan berlatih di taman lingar Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia. Pengurus perpustakaan pun, mengizinkan komunitas tersebut untuk latihan di tempat itu. Pada dasarnya, perpustakaan pusat memang dirancang untuk menjadi ruang publik.

Pindah tempat latihan ke taman lingkar Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia yang megah dan banyak pengunjung menimbulkan suasana baru yang lebih nyaman dan sejuk. Banyak mahasiswa yang tadinya sekedar lewat dan menonton. Kini sebagian dari mereka ada yang ikut bergabung dan belajar biola dari dasar. Hal ini, membuat Mas Wando, Mas Wisnu, dan Mas Yudi, menjadi kualahan menangani anggota AVC yang semakin banyak. Belum lagi dengan sistem pembelajaran yang amat terbuka. Para anggota cenderung berlatih dalam kelompok-kelompok kecil. Kelompok ini cukup banyak jumlahnya sehingga kurang terkoodinir dengan baik.

Menyikapi hal tersebut, pada bulan puasa tahun 2012, dibentuklah sistem kepengurusan. Diharapkan dengan adanya sistem kepengurusan ini, kegiatan belajar-mengajar biola di AVC berjalan dengan lancar. Saat Mas Wando dan Mas Yudi mengangkat ide ini n ke beberapa anggota yang potensial menjadi pengurus, ternyata ide ini direspon dengan baik. Akhirnya, dibentuklah kepengurusan dengan Bagas sebagai ketua. Sistem kerja AVC mulai terbentuk. Dalam waktu tiga bulan, latihan anggota-anggota sudah dapat ditangani. Beberapa anggota yang sudah jarang hadir juga datang kembali. Hal yang tersebut dicoba di AVC stasiun Depok Baru. Mungkin karena anggota yang terdiri dari anak-anak SD dan musisi jalanan, kepengurusan masih belum bisa berjalan dengan baik.

Prinsip utama AVC adalah semua orang boleh belajar biola. Meski baru tahu tentang AVC, mereka bida bergabung di hari itu juga, dengan iuran yang murah, mereka bisa berlatih bersama-sama dan dibimbing oleh tutor-tutor setiap sau minggu sekali di hari sabtu. Tentu harus diiringi dengan latihan mandiri setiap hari. Ketika bergabung. Mereka akan dikelompokan dengan anggota yang setara pengetahuannya dan kemampuannya. Kalau memang belum kenal musik dan not balok sama sekali, bisa langsung diajarkan hari itu juga. Jika, sudah belajar sebelumnya dan ingin gabung, akan diarahkan oleh tutor untuk bergabung di kelompok mana.

Materi paling dasar adalah teori musik, membaca not balok, dan teknik bermain biola. Setelah itu, dilanjutkan dengan kurikulum biola Suzuki. Mulai dari kelompok yang membahas lagu empat sampai enam, dan seterusnya. Setiap lagu di buku Suzuki dirancang untuk memperkenalkan teori musik dan teknik bermain biola yang baru. Tentu hal tersebut, akan dibimbing oleh tutor yang sudah menguasai sebelumnya. Tutor di kelompok, akan menilai apakah kelompoknya sudah cukup lancar atau belum. Jika sudah, akan dipindahkan ke kelompok berikutnya, dengan materi yang baru.

Di hari sabtu, tidak hanya dihabiskan untuk berlatih secara kelompok. Akan ada satu sesi, untuk semua anggota AVC akan digabungkan untuk kelas orkestra. Di kelas orkestra ini, akan dibiasakan para anggota untuk bermain sebagai sebuah orkestra. Mereka akan berlatih memainkan lagu yang sudah dipecah-pecah ke banyak bagian suara, yang menjangkau seluruh tingkat permainan biola. Masing-masing akan mendapat porsi yang sesuai dengan tingkat kemampun bermain biolanya.
Tidak hanya berlatih di Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia, AVC pernah mengadakan konser “Musical Prologue” yang diadakan pada tanggal 16 Februari lalu, di Auditorium Gedung IX FIB Universitas Indonesia, Depok. Musical Prologua adalah sebuah konser cinta untuk merayakan Valentine’s Day. Ketika Musisi Bicara Cinta”.  Juga, acara yang pernah diikuti oleh AVC, Starbucks Cheers Party, hari anak yang diadakan di Mall Depok, sampai shooting iklan Gudang Garam, dll.

Saat ini Autodidact Violin Community, juga membuka kelas untuk yang ingin belajar Cello dan Viola.
Berikut adalah syarat-syarat untuk bergabung menjadi anggota AVC:
1.       Memiliki alat musik Biola sendiri.
2.       Membayar uang pendaftaran sebesar Rp 100.000.
3.       Membayar iuran bulanan sebesar Rp 100.000.
4.       Anggota diharapkan selalu aktif pada kegiatan latihan rutin.

Sekrang nama komunitasnya berganti menjadi Alliance Violin Community, untuk tempat latihannya di Taman Gurame Depok.
Info lebih lanjut bisa add dan chat Line Official id nya avcdepok atau bisa kontak kerbat saya Rianti Cahya 081310779867.

pemanasan 1, 2015


pemanasan 1, 2015


sesi teori 1, 2015


sesi teori 2, 2015
FFoto: Saya sendiri